Buku Baru Penyanyi Istana, Suara Hati Penyanyi Kebanggaan Bung Karno
Penyanyi Istana, Suara Hati Penyanyi Kebanggaan Bung Karno
Judul: Penyanyi Istana Penulis: Nani Nurani Affandi Jumlah: 400 hlm Ukuran: 15 X 23 Cm ISBN: 978-602-8174-28-2 Penerbit: Galang Press Harga: Rp. 60.000,-
Kasih yang tulus itu tidak egois, tapi penuh dengan pengorbanan yang ikhlas, apalagi penjara telah membuat saya lebih menghargai kasih sayang dan ketulusan. Karena semua itu membuat kita tenang dalam kehidupan.
Mencari musuh dalam sekejap mudah, tapi persaudaraan itu sangat mahal. Walaupun pahit dalam penjara tapi banyak sekali memetik hikmah dalam kehidupan. Karena itu salah satu orang mengira orang yang pulang dari penjara sebagai ex-tapol itu menjadi penakut. Justru kami semakin yakin tak ada kekuasaan yang tertinggi selain Allah. Kalau Tuhan berkata jadi maka jadilah, tak ada yang bisa menghalangi, walau jurang api sekali pun. Sebagai bukti teman saya yang begitu memiliki kekuasaan dan kedudukan terhormat dengan segala kerendahan hatinya masih berani mencari saya.
Kalau bukan karena karunia Allah, kenyataan itu tak mungkin terjadi, padahal saat itu rezim Orde Baru sedang berkuasa, tapi sentuhan Allah telah membawanya kembali pada saya, betul-betul keajaiban dan kekuasaan Allah.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.
Dosa membuat manusia jauh dari Allah. Karena dosa juga hubungan manusia dan sesamanya menjadi retak. Lalu, bagaimana kalau manusia sudah terseret dalam dosa? Jawabannya adalah bertobat. Dengan bertobat maka manusia dapat dilahirkan kembali.