Judul: The Story of My Life Penulis: Hellen Keller Tebal: 250 hlm Ukuran: 14 X 19 Cm ISBN: 978-602-957-127 Penerbit: Genta Pustaka Harga: Rp. 49.800,-
"Yang terbaik dan terindah dalam hidup ini tak bisa dilihat atau diraba, tetapi harus dirasakan dengan hati." (Hellen Keller)
Hellen Keller adalah seorang perempuan yang lahir seperti kebanyakan bayi lainnya: dapat melihat dan mendengar. Tiba-tiba, penyakit misterius saat ia baru berusia 19 bulan merenggut penglihatan dan pendengarannya. Tetapi kondisi ini tidaklah memupus semangatnya untuk memahami diri dan dunianya. Adalah Anne Sullivan, seorang guru yang penuh cinta, datang bak peri pembawa cahaya bagi dunia Helen yang gulita.
Jiwa mesti melampaui batasan-batasan raga, itulah yang dibuktikan seorang Heller Keller kepada kita. Ia membuat dunia terpana oleh capaian-capaian-nya yang tak biasa. Ia menulis cerita pertama pada usia 12 tahun! Ia penderita buta-tuli pertama yang meraih gelar sarjana. Dan ia tak kenal lelah menjelajah dunia untuk mengobarkan perjuangan melawan penindasan atas kaum perempuan, kaum pekerja, peperangan, dan penjajahan, hingga kematiannya di usia senja.
The Story of My Life adalah sebuah memoar yang ditulis Hellen Keller sendiri tentang kisah hidupnya yang mengharu biru ini telah membangkitkan semangat puluhan juta orang lainnya. Diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa, The Story of My Life diakui sebagai salah satu buku yang paling penting di zaman kita!
"Hellen Keller adalah salah satu dari 18 tokoh yang paling dikagumi dunia." - Poling Gallup
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.
Dosa membuat manusia jauh dari Allah. Karena dosa juga hubungan manusia dan sesamanya menjadi retak. Lalu, bagaimana kalau manusia sudah terseret dalam dosa? Jawabannya adalah bertobat. Dengan bertobat maka manusia dapat dilahirkan kembali.