Penulis: H. Garin Nugroho dan Nurjannah Intan Ukuran: 15 X 23 cm Tebal: 168 hlm ISBN: 978-602-95259-5-3 Penerbit: Pustaka Grhatama Harga: Rp 31.000,-
Coba Anda Buka situs Google Zeitgeist. Situs ini menyajikan berbagai guery yang diketikkan pengunjung Google di mesin pencari tersebut. Hal yang paling dicari sejak kemunculan Google pertama kali adalah 'who is God?' dan 'what is love?'.
Apa artinya ini? Rupanya sejak dulu manusia selalu mencari Tuhan lewat berbagai jalan. Di zaman sekarang ini, manusia tak perlu repot melakukan perjalanan untuk mencari Tuhan. Mereka tinggal duduk di depan layar komputer, mengetikkan lima kata yang didengungkan sejak lahir, dan melakukan refleksi diri lewat tuts-tuts keyboard.
Dunia berkembang selama miliaran tahun. Bangsa-bangsa dan kerajaan di dunia timbul tenggelam menyisakan peradaban yang mengagumkan. Jejak kaki timbul tenggelam menyisakan peradaban yang mengagumkan.
Jejak kaki sejarah umat manusia bertebaran dimana-mana, di lembaran lontar, prasasti, tugu, Injil, Alquran, Zabur, Tripitaka, bahkan di dinding-dinding bangunan. Hingga kini, manusia terus berusaha mencari misteri alam.
Pencarian yang tidak pernah berakhir adalah pencarian tentang Tuhan. Kenapa Tuhan harus dicari? Seberapa menyakinkan bukti tentang adanya Tuhan itu? Tak lain tak bukan karena manusia telah membaca tanda-tanda ciptaan-Nya. Tiga belas sering dianggap sebagai angka sial. Dalam buku ini, angka tiga belas justru akan membantu Anda untuk mengenal Tuhan.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Percaya nggak, Anda bisa keliling Eropa selama sebulan dengan dana hanya 40 Euro? Rasanya memang mustahil. Namun seorang backpacker sejati, NoneSee, telah membuktikannya! Ia sudah keliling ke berbagai tempat yang unik dan menarik di benua Eropa dengan menyiasati segala keperluan. Toh, perjalanan malah bertambah seru, lucu, mengesankan sekaligus mengharukan.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.