Penulis: Agnes Danovar
Ukuran: 13 X 19 cm
Tebal: 228 + x hlm
ISBN: 978-979-18346-3-6
Penerbit: Inandra Published
Harga: Rp 38.800,00
Surat Kecil untuk Tuhan adalah sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang gadis remaja Indonesia bernama Gitta Sesa Wanda Cantika atau Keke melawan kanker ganas. Keke yang baru berusia 13 tahun adalah gadis cantik, pintar dan mantan artis penyanyi cilik yang tiba-tiba divonis mengalami kanker jaringan lunak pertama kali terjadi di Indonesia.
Kanker itu menyerang wajahnya dan membuat parasnya yang cantik menjadi seperti monster, dokter pun mengatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja.
Mendengar vonis tersebut ayah Keke tidak menyerah, ia berjuang agar Keke dapat lepas dari vonis kematian.
Perjuangan sang ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke yang menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan.
Tuhan memberikan anugerah dalam hidupnya, Keke mampu bertahan bersama kanker itu selama tiga tahun lamanya walau pada akhirnya menyerah.
Kisah perjuangan Keke sempat diulas dalam acara Kick Andy, sebelumnya buku ini diterbitkan secara online dan dibaca lebih dari 350.000 pengunjung. Karena banyaknya pembaca yang terinspirasi oleh kisah buku ini dicetak secara luas dan terjual lebih dari 30.000 Exp dalam waktu dua bulan dan diterbitkan di Taiwan mencetak sukses yang sama.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Percaya nggak, Anda bisa keliling Eropa selama sebulan dengan dana hanya 40 Euro? Rasanya memang mustahil. Namun seorang backpacker sejati, NoneSee, telah membuktikannya! Ia sudah keliling ke berbagai tempat yang unik dan menarik di benua Eropa dengan menyiasati segala keperluan. Toh, perjalanan malah bertambah seru, lucu, mengesankan sekaligus mengharukan.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.