Penulis:Alfie Kohn Ukuran :14 X 21 cm Tebal: viii + 570 hlm Penerbit: Buah Hati ISBN: 978-979-18832-2-1 Harga: Rp. 87.000,-
Seorang anak mendapat banyak lembar kerja di kelas dan pekerjaan rumah. Ia belajar untuk mendapatkan nilai bagus. Sekolahnya memiliki standar nilai tes yang tinggi. Ada banyak murid berprestasi di sekolah tersebut. Guru-gurunya karismatik: para murid mengangkat tangan, menunggu giliran bicara. Mereka mempersiapkan kuis berkala untuk memastikan muridnya ada di jalur yang benar.
Percaya atau tidak, gambaran di atas menunjukkan cara pembelajaran yang tidak kondusif untuk membentuk pembelajar yang efektif dan efisien. Pemahaman tentang bagaimana anak belajar dan cara ajar yang tepat agar mereka menjadi pemikir kreatif dan kritis akan membantu Anda, sebagai orang tua, guru, atai pemerhati pendidikan, menghindari kesalahan cara ajar yang bisa jadi telah mendarah daging dalam sistem pendidikan.
Alfie Khon, menggunakan berbagai informasi dari penelitian sosial, akan memaparkan mengapa filosofi yang menganggap siswa sebagai gelas kosong, standar pendidikan yang lebih tinggi, dab standarisasi tes yang populer digunakan saat ini justru membuat ruang kelas jauh dari kehidupan intelektual. Mengapa anak kerap terlihat bosan dalam kelas? Mana yang lebih penting: fakta atau konsep? Mengapa partisipasi aktif dalam kelas jarang terjadi? Mengapa, meskipun usaha keras yang telah dilakukan, masih banyak siswa yang gagal?
Analisa mendalam Khon dan pengalamannya dalam dunia pendidikan akan membantu Anda memecahkan misteri-misteri di atas dan menawarkan aneka solusi dari kisah nyata ruang kelas. Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak akan mengajak Anda melihat pendidikan dari sisi yang berbeda dan membantu Anda menemukan sekolah terbaik untuk anak-anak kita.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.
Dosa membuat manusia jauh dari Allah. Karena dosa juga hubungan manusia dan sesamanya menjadi retak. Lalu, bagaimana kalau manusia sudah terseret dalam dosa? Jawabannya adalah bertobat. Dengan bertobat maka manusia dapat dilahirkan kembali.