Buku Baru Bertahan di Tengah Krisis; Komunitas Tionghoa
Bertahan di Tengah Krisis; Komunitas Tionghoa
Penulis: Abdul Wahid Ukuran: 14.5 x 20.5 Tebal: xii + 184 hlm. ISBN: 978-602-8335-01-0 Penerbit: Ombak
Krisis adalah kata yang muncul secara periodik, yang menunjukkan adanya rentetan atau siklus penderitaan dari waktu ke waktu yang melanda negeri ini melintasi rezim-rezim yang berkuasa. Akibatnya, krisis tidak hanya terbatas mengisi ruang material struktural masyarakat melainkan juga merambah jauh ke ruang historis-kultural mereka. Salah satu krisis ekonomi yang memiliki masa hidup panjang dalam memori sosial bersama masyarakat Indonesia adalah dampak depresi besar dunia 1930-an, ketika semua kehidupan berjalan meleset dan menjauh dari hal-hal yang normal.
Biarpun buku ini tidak membicarakan tentang kondisi ekonomi orang Tionghoa di Indonesia secara keseluruhan melainkan hanya terfokus pada orang Tionghoa di Cirebon, buku ini tetap mampu mengungkapkan kenyataan sejarah yang berbeda dibandingkan dengan arus besar pada buku-buku yang telah ada sebelumnya. Selain itu, buku ini tidak hanya membahas tentang dampak krisis ekonomi terhadap orang Tionghoa, tetapi juga memberi informasi dan penjelasan yang menarik tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat di tingkat lokal, khususnya di Cirebon pada masa depresi 1930-an.
Berbeda dengan wacana utama historiografi Indonesia selama ini, di dalam buku ini orang Tionghoa ditempatkan sejajar dengan orang-orang bumi putera yang dianggap sebagai representasi dari keindonesiaan. Relasi antara orang Tionghoa dengan kelompok sosial ekonomis lain dipahami sebagai sesuatu yang cair tanpa didasari pretensi ideologis yang diskriminatif.
Bambang Purwanto (Guru Besar Ilmu Sejarah UGM)
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Percaya nggak, Anda bisa keliling Eropa selama sebulan dengan dana hanya 40 Euro? Rasanya memang mustahil. Namun seorang backpacker sejati, NoneSee, telah membuktikannya! Ia sudah keliling ke berbagai tempat yang unik dan menarik di benua Eropa dengan menyiasati segala keperluan. Toh, perjalanan malah bertambah seru, lucu, mengesankan sekaligus mengharukan.
Siapa pun tak ingin menjadi yang tersisih dan terhina, termasuk untuk seorang narapidana. Tidak hanya mendapatkan hukuman, tapi masuk penjara merupakan beban moral. Belum lagi ia harus menerima penghakiman massal dari orang-orang sekitar yang merasa lebih bersih. Namun, dibalik semua itu, penjara bisa menjadi sebuah titik balik bagi manusia untuk menemukan Tuhan.