![]() View Full-Size Image |
Anak Rembulan Abimanyu |
|
| Ask a question about this product | ||
Penulis: Dwi Klik Santosa "Meskipun masih belia, engkau ini sungguh seorang ksatria yang budiman. Sikapmu gagah tapi hatimu lembut. Demi niat ingin membela keadilan, engkau berani dan tidak takut menghadapi bahaya. Aku bangga kepadamu, anakku. Sudah saatnya tiba, sebagaimana kehendak dewata aku harus menitis menyatu ke dalam jiwamu." Sehabis kata-kata diucap Dewi Soma, hilang seketika wujudnya, berubah menjadi seberkas cahaya. Cahaya samar-samar itu pun terbang begitu saja, lenyap ke dalam sosok Abimanyu. "Transformasi wayang ke pakeliran novel grafis. Akrab, eksploratif, pakem tetap terjaga. Klasisisme wayang tidak pernah pudar. Abimanyu Anak Rembulan membuktikannya." "Apa yang tersaji di buku ini membuktikan tradisi dan kekuatan lokal mempunyai daya saing yang sama-sama mentakjubkan dengan yang kerap disebut 'internasional'. Lebih celaka lagi, yang 'international' itu selalu identik dengan Barat, sementara kebudayaan Timur selalu diposisikan 'bukan internasional'. Sekarang saatnya menghentikan penyakit kroco jiwa. Wayang -- juga batik, jathin, reog, dan lain-lain -- juga punya martabat untuk bersanding setara di kancah dunia." "Belajar dari Abimanyu kita jadi tahu, keberanian dan keutamaan itu bukanlah itu bukanlah sesuatu yang tersenyum lalu muncul tiba-tiba. Ia adalah hasil upaya, ikthiar, dan tempaan hidup. Dan sebagai nilai kehidupan, keberanian dan keutamaan tetap relevan sepanjang zaman." |
||
|
|
||
Recently Viewed Products
- Misteri Angka-angka Keramat Dalam Hidup Keseharian Kita (Category: Buku Baru)
- Dahlan Iskan Pemimpin yang Happy (Category: Buku Baru)
- 226 Asal-usul Sejarah, Fakta-fakta Unik (Category: Buku Baru)
- 123 Tragedi-tragedi (Category: Buku Baru)
- Kartu Kanji Bahasa Jepang (Category: Bahasa)


